Mamak CantikMamak Modis

Cari Behel yang Bagus? Simak Ini Dulu!

Behel atau yang disebut juga dengan nama kawat gigi adalah salah satu metode perawatan gigi. Biasanya dipakai oleh wanita dengan tujuan menambah kecantikan. Nah, jika Mamak juga berniat memakai behel, yuk simak dulu paparan lengkap tentang behel berikut ini! Biar Mak bisa memilih jenis behel yang paling bagus dan cocok dengan kondisi gigi Mak.

Bahannya Bermacam-macam

Sebenarnya behel tidak hanya terbuat dari logam saja. Seiring perkembangan zaman, sekarang behel terbuat dari berbagai macam material. Misalnya keramik dan plastik transparan. Lalu behel yang paling bagus yang seperti apa? Jawabannya, tergantung kondisi geligi Mamak.

Harga tiap jenis behel dan durasi pemakaiannya juga berbeda. Karena itu, sebelum memasang behel, akan dilakukan pemeriksaan lengkap dulu oleh dokter gigi spesialis orthodontic. Setelah kondisi geligi diketahui, dokter akan memberikan saran-saran yang sesuai. Baru setelah itu Mamak bisa menentukan jenis dan bahan behel yang akan dipakai.

Rasa Nyeri Setelah Memasang Behel Itu Biasa

Setelah memasang behel, seringkali timbul gangguan dan keluhan di sekitar mulut. Misalnya nyeri dan ngilu, sariawan, dll. Jangan khawatir, itu bukan berarti ada masalah pada behel Mamak. Rasa nyeri dan tidak nyaman itu wajar, mengingat gigi sedang ditekan dan dipaksa agar lebih rapi.

Keluhan sariawan juga biasanya karena proses adaptasi. Behel akan menempel di gigi, bergoresan langsung dengan bagian dalam bibir saat Mak bicara atau makan. Bisa saja akan menimbulkan goresan atau luka kecil yang berpotensi menjadi sariawan.

Perbanyak konsumsi buah dan sayur, serta vitamin C agar luka tersebut cepat sembuh dan tidak menjadi sariawan.

Untuk Kesehatan, Bukan Hanya Kecantikan

Sebagai produk kesehatan gigi, fungsi utama behel adalah untuk kesehatan, bukan kecantikan. Behel dipakai untuk memperbaiki susunan geligi, sehingga memperbaiki proses bicara dan makan. Kalau hasil akhirnya bisa mempercantik pemakainya, itu karena susunan gigi yang rapi akan membuat wajah tampak lebih proporsional.

Karena itu behel harus dipasang oleh dokter yang ahli, tidak boleh sembarang orang.

Baca juga Yang Perlu Mamak Tahu Tentang Bibir Kering dan Pecah

Tanpa Batasan Usia

Kebanyakan pemakai behel adalah anak-anak dan remaja, tapi sebenarnya behel bisa dipakai oleh siapa saja tanpa batasan umur. Pemasangan pada anak-anak dan remaja memiliki alasan tersendiri. Struktur gigi mereka relatif lebih mudah diperbaiki dibandingkan dengan  gigi orang dewasa, karena masih dalam tahap pertumbuhan.

Selain itu, gigi serta gusi anak dan remaja juga relatif masih kuat. Jadi, walau Mamak mungkin berusia paruh baya, bisa saja memakai behel. Selama kondisi gigi dan gusi Mak sehat dan kuat.

Tidak Semua Orang Bisa Memakai Behel

Saat melakukan pemeriksaan awal, dokter akan melihat dengan saksama kondisi geligi dan gusi Mak. Gigi yang tidak kuat tidak bisa dipasangi behel, karena tekanan dari behel akan makin merusak gigi. Oleh sebab itu, walau tanpa batasan usia, tidak semua orang bisa melakukan perawatan gigi dengan behel.

Bagi mereka yang tidak bisa memakai kawat gigi, ada metode lain untuk memperbaiki kondisi gigi, yaitu dengan operasi. Tapi tentu saja biayanya lebih mahal.

Behel Yang Bagus

Freepik

Jenis Behel untuk Gigi Tonggos

Kegunaan utama behel memang untuk memperbaiki posisi gigi, termasuk untuk gigi tonggos. Dengan menekan gigi ke arah dalam mulut, gigi yang tonggos akan menjadi lebih rapi. Behel sendiri memiliki berbagai macam jenis dan bahan. Namun, jenis apa ya yang cocok untuk gigi tonggos? Yuk, disimak!

  • Behel konvensional

Behel jenis ini adalah yang paling banyak dipakai. Terdiri dari kawat logam, biji-biji logam (brackets), dan karet elastis yang dipasang pada gigi. Jenis behel ini cukup efektif dalam membentuk formasi gigi yang lebih rapi. Brackets akan disemen pada gigi terlebih dahulu, lalu dipasang dengan kawat logamnya. Setelah itu, karet elastis dipasang untuk menarik gigi ke struktur yang diinginkan.

  • Behel keramik

Bentuk dan cara pemasangannya sama dengan behel konvensional, hanya saja behel keramik terbuat dari bahan keramik, bukan logam. Warnanya serupa dengan warna gigi, sehingga bisa lebih tersamarkan. Jenis ini juga cocok untuk gigi yang tonggos. Hanya saja perawatannya lebih sulit, dan harganya lebih mahal.

  • Aligner

Aligner adalah jenis behel untuk gigi tonggos yang terbuat dari plastik. Dalam pemakaiannya, aligner perlu diganti setiap dua minggu untuk mengikuti pembentukan gigi. Behel jenis ini harus terus berada dalam mulut selama 20 sampai 22 jam per harinya. Dicopot saat makan dan gosok gigi.

Jika memilih jenis ini, Mamak juga harus mengikuti jadwal penggantian aligner secara teratur. Jika ditunda, periode penanganan gigi akan jadi lebih lama. Dibanding behel konvensional, harga aligner lebih mahal dan hanya cocok untuk perawatan gigi tonggos yang ringan saja.

  • Behel self-ligating

Behel self-ligating tidak memerlukan tambahan karet elastis, melainkan klip logam kecil untuk menahan kawat selama perawatan gigi.  Jenis behel ini lebih praktis dan gampang dibersihkan, tapi harganya lebih mahal.

  • Headgear

Mak pernah nonton film Finding Nemo? Salah satu tokohnya, Darla, keponakan dokter, gigi memakai jenis behel yang digabungkan dengan kerangka besi yang tertempel di kepala. Nah, alat ini disebut headgear. Walau kawat gigi jadul ini jarang dipilih, tetapi headgear masih digunakan, loh. Terutama oleh mereka yang memiliki gigi tonggos dengan kategori berat.

Headgear merupakan alat yang dipasang bersama behel, yang tak hanya berguna untuk merapikan gigi tonggos, tapi juga memperbaiki struktur atau posisi rahang. Sebelum merawat gigi tonggos, berkonsultasilah dahulu dengan dokter gigi Mamak. Selain menentukan jenis behel yang tepat, juga untuk mendiskusikan biaya dan lama perawatan.

Karena tiap jenis kawat gigi berbeda biayanya, cara, dan lama pemakaiannya. Biasanya butuh 18 hingga 24 bulan untuk merapikan gigi yang tonggos.

Behel sehat

Freepik

Perbedaan Behel Asli dan Behel Palsu

Saat ini banyak beredar jenis behel. Dari yang satu warna hingga yang berwarna-warni. Jenisnya juga beragam, bahkan ada yang bisa dipasang di gigi atas atau bawah saja. Hati-hati, Mak! Karena tidak semua behel yang beredar itu asli. Sayang kan, kalau sudah mengeluarkan banyak biaya ternyata yang dipasang adalah behel palsu. Untuk membedakannya, simak paparan berikut, ya!

  • Tempat Pemasangannya

Behel yang asli hanya boleh dipasang di dokter gigi spesialis orthodontic. Bukan di sembarang tempat, apalagi di salon kecantikan. Pemasangan behel juga didahului oleh pemeriksaan saksama, karena beda kondisi gigi beda pula jenis dan kondisi pemasangan behelnya.

Satu hal lagi, behel asli dipasang sebagai satu set utuh. Tidak bisa hanya di deretan gigi atas atau bawah saja. Sedangkan behel palsu, ada yang hanya dipasang di salah satu deretan gigi.

  • Harga yang Berbeda Jauh

Biaya untuk memasang satu set behel asli biasanya berkisar antara dua hingga lima juta. Cukup mahal memang, namun untuk hasil yang sepadan, maka angka itu sangat wajar. Sedangkan behel palsu, biaya pemasangannya lebih murah. Bahkan ada yang hanya berkisar ratusan ribu saja.

Fungsinya

Fungsi behel sebenarnya adalah kesehatan, karena struktur gigi yang rapi akan memperbaiki fungsi mengunyah makanan dan artikulasi suara. Kecantikan adalah efek tambah dari hasil memakai behel. Tapi behel palsu lebih menekankan pada kecantikan saja, alias gaya-gayaan.

Dari pemaparan di atas, jelas dong Mak, mana behel asli dan mana yang palsu. Jangan sampai salah pilih! Behel yang paling bagus sendiri bukan yang paling mahal atau warnanya kita suka, tapi yang paling cocok dengan kondisi dan keluhan gigi kita. Gitu, Mak ….

 

Diolah dari globalestetik, hellosehat, dan sehatq

featured image : Freepik

Leave a Comment