5 Kain Sintetis yang Berbahaya bagi Kesehatan dan Lingkungan

| |

 

Ada banyak macam kain yang biasa dijadikan bahan pakaian, di antaranya merupakan kain sintetis atau kain non-alami yang dibuat melalui proses kimiawi.

Pernah tidak, Mamak merasa gatal setelah mengenakan pakaian tertentu? Atau timbul ruam, merasa sangat kegerahan, dan berbagai keluhan lain. Bisa jadi, hal tersebut disebabkan oleh bahan dari pakaian yang kita kenakan.

Dikutip dari brightside.me (14/11/19), ada 5 jenis kain sintetis yang berpengaruh buruk bagi kesehatan pemakainya, bahkan memberi efek buruk pula pada lingkungan. Berikut penjelasannya!

kain sintetis berbahaya untuk kesehatan
unsplash

Kain Poliester/polyester

Jenis kain sintetis poliester adalah yang paling populer di banyak negara, termasuk Indonesia. Harganya yang murah membuat jenis kain ini banyak digunakan sebagai bahan produksi oleh konveksi maupun produsen pakaian berbagai level lainnya.

Sayangnya, bahan poliester tidak menyerap keringat. Pada cuaca panas, suhu yang tinggi membuat kain melepaskan bahan kimia yang kemudian terserap oleh kulit. Pertimbangkan jika memilih poliester untuk bahan pakaian anak ya, Mak!

Kain Rayon

Serat rayon terbuat dari selulosa yang diubah lewat proses kimiawi dari pulp kayu. Jadi rayon adalah jenis kain semi sintetis. Awalnya kain ini dibuat untuk mendapatkan produk tekstil mirip sutra tapi dengan harga murah.

Dibanding poliester, kain rayon memang lebih lembut dan adem. Tapi untuk menghasilkan kain jenis ini, dibutuhkan aneka zat beracun yang berbahaya bagi para pekerja hingga pengguna kain tsb.

Proses kimiawi pembuatan kain rayon melibatkan natrium hidroksida, karbon disulfida, dan berbagai senyawa lain, yang hingga kini tak pernah memenuhi standar keselamatan lingkungan hidup.

Kain Nilon

Kain ini sering dijadikan bahan untuk pakaian dalam, kaus kaki, stoking, dsb. Padahal nilon tidak baik jika bersentuhan langsung dengan kulit, karena tidak mampu menyerap keringat. Akibatnya kulit bisa teriritasi, bahkan infeksi.

Dalam proses produksinya, kain nilon membutuhkan banyak zat kimia. Tentu saja hal itu berakibat buruk bagi kulit pemakainya, sekaligus mencemari lingkungan.

Kain Akrilik

Kain akrilik terbuat dari akrilonitril, yakni sianida organik cair tanpa warna yang mudah menguap dan terbakar. Paparan akrilonitril dapat menyebabkan mual, sakit kepala, sesak napas, hingga kanker.

Proses pembuatan kain akrilik mencemari lingkungan, produknya sulit didaur ulang dan tidak mudah terurai secara alami.

Kain Spandeks/spandex

Seperti yang sudah banyak diketahui para Mamak, kain spandeks biasanya dijadikan bahan untuk legging, sport bra, dan pakaian ketat lainnya.

Kain spandeks bersifat elastis, terbuat dari poliuretan, polimer yang mengandung senyawa NHCOO. Poliuretan bersifat karsinogen (dapat menyebabkan kanker). Mengenakan pakaian berbahan kain spandeks dalam waktu lama dapat menyebabkan dermatitis (radang kulit disertai rasa gatal).

kain sintetis berbahaya
unsplash

Kalau semua pakaian dari kain sintetis berisiko mengiritasi kulit dan mencemari lingkungan, jadi bagaimana solusinya?

Tentu saja beralih ke bahan alami adalah pilihan terbaik. Bahan katun, wol, serat bambu, dll, bisa menjadi alternatif. Mahal? Benar sekali! Sebenarnya itulah alasan kenapa kain sintetis dibuat. Agar kita bisa mendapatkan kenyamanan yang sama dengan harga lebih ringan.

Alternatif lain adalah dengan menghemat penggunaan dan pembelian pakaian berbahan kain sintetis. Konkretnya, Mamak dan keluarga mengenakan kain sintetis dalam waktu yang tidak lama, guna meminimalisir efek buruk bagi kesehatan.

Kemudian mengulang pemakaian hingga kain sintetis tidak layak pakai dan siap didaur-ulang. Jika pakaian sudah tidak sesuai ukuran, tapi masih layak pakai, sebaiknya Mamak sumbangkan kepada yang memerlukan. Alih-alih membuangnya begitu saja.

Dengan demikian, Mamak sudah membantu banyak pihak untuk menyelamatkan Bumi dari pencemaran yang terus terjadi hingga kini. Efeknya untuk diri kita sendiri kok, ada anak cucu yang mewarisi apa yang kita lakukan hari ini.

Sekarang Mamak sudah tahu efek kain sintetis untuk kesehatan dan lingkungan. Waktunya praktik, Mak!

Previous

5 Permainan Seru untuk Anak dan Balita di Rumah

Cara Mudah Membuat Slime dari Bahan Murah di Dapur

Next

Leave a Comment