Anak MamakMasakan Mamak

Berkeringat di Malam Hari, Bisa Jadi Karena Makanan Ini!

Tidur dalam keadaan basah tentu tak nyaman ya, Mak! Berkeringat di malam hari adalah salah satu penyebabnya.

Keluarnya keringat merupakan bagian dari kerja otomatis sistem tubuh dalam rangka mendinginkan suhu. Penguapan di permukaan kulit ini terjadi karena cuaca atau otot yang memanas karena bekerja.

Berkeringat sebenarnya adalah hal normal yang justru dibutuhkan. Dengan mengeluarkan keringat, berarti tubuh telah mengeluarkan racun dari berbagai organ.

Berkeringat juga membantu tubuh menggunakan kalori dan mempercepat metabolisme, sehingga badan menjadi sehat. Selain itu, mengeluarkan keringat berarti juga membersihkan pori-pori, serta masih banyak lagi manfaat yang didapat dari keluarnya cairan tubuh tersebut.

Masalahnya, jika keringat keluar di malam hari saat istirahat, tentu dapat menganggu kualitas tidur. Padahal kebutuhan tidur juga tak boleh diabaikan, sebab dapat mengganggu kesehatan.

berkeringat di malam hari

unsplash

Makanan Penyebab Keringat di Malam Hari

Berkeringat di malam hari bisa saja disebabkan hal-hal remeh, Mak. Seperti jenis bahan pakaian yang dikenakan, seprai alas tidur, atau aktivitas tertentu yang dilakukan sebelum tidur.

Tapi ada beberapa penyebab yang harus Mamak waspadai terkait keluarnya keringat di malam hari, bisa jadi itu merupakan tanda adanya penyakit tertentu.

Meski demikian, jangan juga buru-buru cemas. Karena ada satu hal yang mungkin luput dari perhatian Mamak, kenapa bisa berkeringat saat tidur di malam hari.

Jangan-jangan, Mamak atau anggota keluarga yang berkeringat, sebelum tidur mengonsumsi makanan pedas.

Yup, tidak banyak memang yang menyadari pengaruh makanan pedas terhadap keringat di malam hari. Nyatanya, makanan pedas dan atau yang berbumbu kuat dapat meningkatkan kerja sistem metabolisme tubuh. Hal itu menyebabkan tubuh memproduksi keringat lebih banyak.

Makanan Pedas Dapat Membakar Kalori

makanan pedas membuat berkeringat

pxhere

Makanan menjadi pedas umumnya karena tambahan cabai di dalamnya. Saat Mamak mengonsumsi cabai, senyawa pada biji cabai yang disebut capsaicin mengaktifkan reseptor pada saraf tertentu yang berkenaan dengan rasa panas.

Itulah sebabnya tubuh mengaktifkan kelenjar keringat untuk menghasilkan cairan, guna mendinginkan suhu.

Dari mana cairan tersebut? Tentunya dari lemak yang terbakar. Jadi bisa dikatakan, capsaicin membantu tubuh membakar kalori yang ada di dalamnya.

Jangan senang dulu, Mak! Meski cabai bisa mengurangi lemak tubuh, tentu hasilnya tidak seoptimal diet dan olahraga. Ada banyak faktor yang memengaruhinya.

Lagi pula, efek pembakaran lemak oleh capsaicin tidak sebanding dengan bahayanya jika Mamak mengonsumsi dalam jumlah banyak.

Efek Samping Mengonsumsi Makanan Pedas

cabai membuat berkeringat

pixabay

Terutama para penderita mag, Mamak tentu sudah tahu efek samping mengonsumsi makanan pedas. Asam lambung naik, perut terasa perih, bahkan hingga diare.

Ternyata bukan itu saja. Masih ada efek buruk lain yang Mamak dapatkan jika berlebihan mengonsumsi makanan pedas.

1. Gastritis

Terlalu sering mengonsumsi makanan pedas menyebabkan dinding lambung menjadi lebih rapuh. Sehingga untuk konsumsi berikutnya, meski dengan kadar sedikit saja, lambung jadi lebih mudah terluka.

Gastritis atau mag akut adalah kondisi di mana lapisan lambung mengalami peradangan. Gejalanya berupa mual, muntah, kembung, juga diare.

2. GERD

Konsumsi makanan pedas juga dapat memicu refluks asam, yaitu aliran balik isi lambung ke kerongkongan. Aktivitas ini mengakibatkan sensasi terbakar di dada hingga kerongkongan, yang dikenal dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Awalnya GERD hanya membuat tidak nyaman, tapi jika terus berulang, dikhawatirkan berakhir dengan peradangan pada saluran kerongkongan, yang itu berisiko menjadi kanker esofagus.

3. Demensia

Jurnal Nutrients Vol. 11 Issue 5 yang memuat penelitian berjudul High Chili Intake and Cognitive Function among 4582 Adults: An Open Cohort Study over 15 Years memaparkan, konsumsi cabai dalam jumlah besar dan konsisten terbukti mempercepat penurunan kognitif dan meningkatkan risiko demensia.

Demensia adalah kondisi menurunnya fungsi otak, seperti kemampuan analisis yang melemah dan hilangnya memori. Keterbatasan keterampilan sosial dan kemampuan berpikir yang merosot jauh tentu saja mengganggu Mamak dalam beraktivitas sehari-hari, kan!

Itulah sebabnya mengonsumsi makanan pedas harus ditakar dengan baik, ya, Mak. Jadi bukan sekadar menghindari berkeringat di malam hari, tapi juga menjaga kesehatan Mamak sekeluarga secara umum.

Baca juga, Mak! Daftar Makanan yang Bikin Gemuk

Leave a Comment