Mamak Modis

Macam-macam Bahan Kain untuk Pakaian

Mamak tentu tahu kalau pakaian yang kita kenakan bermacam-macam jenis kainnya. Ada yang cocok untuk daerah dingin, ada yang nyaman di saat panas. Ada yang cocok untuk orang gemuk, ada yang sebaliknya.

Apalagi kalau Mamak berniat belajar menjahit, atau minimal iseng-iseng menjual pakaian, informasi tentang jenis kain dan penggunaannya berikut ini tentunya bermanfaat sekali!

Berikut macam-macam bahan kain yang biasa dijadikan pakaian:

Kain Rayon

Kain jenis ini merupakan kain sintetis yang pertama dibuat manusia. Tampilannya mengilap, dengan tekstur licin dan jatuh.
Karena sifatnya yang mudah menyerap keringat, kain rayon cocok digunakan dalam cuaca apa pun. Biasanya kain jenis ini dijadikan bahan mukena, kemeja santai, dll.

Kain Satin

Jangan terlalu senang jika mendapatkan kain satin berharga sangat murah ya, Mak! Karena biasanya hanya satin pada level tertentu yang mampu menyerap keringat dengan baik.
Kain satin sering digunakan sebagai furing dan bahan kerajinan. Kecuali satin kualitas baik, biasanya dijadikan kerudung maupun dress wanita, karena tampilannya yang licin dan terkesan mewah.

Kain Sifon

Ketebalan kain sifon sangat tipis sekali, padahal sifon merupakan perpaduan antarberbagi bahan kain lainnya seperti katun, satin, polyester, juga rayon.
Kalau Mamak mengenakan pakaian dengan bahan sifon, pastikan Mamak berada di tempat ruang dengan mesin pendingin yang memadai. Sebab kain sifon sangat tidak menyerap keringat dan cenderung meninggalkan bau badan meski hanya sekali pakai.

Kain Katun

Kain katun dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Untuk katun asli, biasanya disebut katun kombet/combed yang terbuat dari 100% serat kapas alami.
Dari macam-macam bahan kain, jenis katun memiliki ragam kategori lagi. Berikut di antaranya!

Katun Jepang

Katun Jepang bertekstur halus dan baik dalam menyerap keringat. Kulit terasa nyaman jika bersentuhan dengan kain jenis ini.

Katun Paris

Perbedaan katun paris dengan katun jepang hanya pada ketebalannya. Katun paris lebih tipis, tapi memiliki keunggulan yang sama dengan katun jepang. Kedua jenis katun ini tergolong berharga tinggi.

Katun Silk

Sesuai dengan namanya, katun silk memiliki permukaan yang lebih halus dibanding kain katun lainnya. Tapi katun jenis ini tidak memiliki kemampuan yang baik dalam menyerap keringat.

Katun Karded/Carded

Katun karded adalah jenis katun terbawah di antara kain katun lainnya. Mamak dapat dengan mudah membedakannya dengan meraba permukaan kain ini. Serat-seratnya terasa kasar, dan jelas tidak menyerap keringat.

Kain Drill

Kain drill merupakan turunan katun yang lebih tebal dan memiliki tekstur agak kasar. Hal itu disebabkan posisi seratnya yang diagonal.
Kain dril merupakan perpaduan antara katun dan polyester. Semakin tinggi kadar katun, semakin nyaman pakaian dari bahan drill dikenakan. Tentu saja, harganya akan semakin tinggi juga ya, Mak.

Kain Polyester

Kain polyester terbuat dari bahan sintetis, yakni bahan buatan yang tidak tersedia di alam. Kain jenis ini tidak dapat menyerap keringat. Tampilannya mirip dengan katun, tapi lebih kaku.

Jangan dikira karena tidak menyerap keringat, lalu polyester nyaman dipakai pada cuaca dingin. Nyatanya jika pakaian dari kain polyester dipakai pada cuaca panas, ia akan terasa panas. Jika dipakai pada cuaca dingin, kain ini pun akan terasa dingin.

Meski demikian, masih ada kelebihan kain polyester dibanding jenis kain lainnya. Yakni harganya lebih murah, dan tidak gampang kusut.

Dari berbagai jenis bahan kain di atas, Mamak mungkin sudah punya gambaran, kain jenis apa yang biasa dipakai untuk membuat pakaian tertentu. Tapi tak ada salahnya untuk menyimak tambahan informasi berikut!

Jenis Kain untuk Kaos

Macam-macam Bahan Kain untuk Pakaian

Spirit gament

Sebagian orang menyebut katun kombed sebagai kain sejuta umat. Hal itu karena kain katun jenis kombed adalah yang terbaik untuk dijadikan kaos/kaus.

Katun kombed sendiri terbagi lagi menjadi tiga jenis; 20s, 24s, dan 30s. Orang-orang di daerah dingin tetap nyaman menggunakan kaos dari bahan katun kombed 20s. Sedangkan untuk daerah yang cenderung beriklim panas, katun kombed 30s adalah yang terbaik.

Selain katun kombed, untuk pemesanan kaos dengan budget minim, biasanya distro atau konveksi akan membuatkan kaos dari bahan katun karded. Karena di antara macam-macam bahan kain yang cocok untuk dijadikan kaos, katun karded adalah yang paling terjangkau harganya.

Jenis Kain untuk Gamis dan Dress

Macam-macam Bahan Kain untuk Pakaian

hipwee

Gamis dan dress, atau long dress, pada dasarnya menggunakan bahan yang sama. Hanya model dan bentuk jahitannya saja yang berbeda. Gamis biasa dipadukan dengan jilbab, atau jikapun tidak, lebih tertutup dibanding dress biasa.

Ada banyak jenis kain yang digunakan untuk menghasilkan gamis maupun dress. Tapi yang paling umum adalah jenis kain berikut ini.

Kain Crepe

Kain crepe termasuk jenis bahan pakaian yang mudah dibentuk. Karakternya lembut dan jatuh. Meski tebal, kain crepe tidak membuat gerah.
Jenis kain ini juga nyaman dipakai karena seratnya yang halus. Kain crepe mirip dengan jersey, tapi tidak melar ketika ditarik.

Kain Balotelli

Serat kain balotelli sangat rapat, sehingga tidak menerawang dan cocok untuk dijadikan gamis. Harga bahan kain balotelli tergolong terjangkau, tapi tidak terlalu menyerap keringat.

Kain Ceruti

Terdapat bintik-bintik kecil halus di permukaan kain ceruti. Bahannya tipis, halus, dan elastis. Karakternya lembut dan jatuh. Kain ceruti menampilkan kesan mewah jika dijadikan bahan long dress.

Kain Wolfis (Wool Peach)

Terbuat dari polyester, kain wolfis sempat jadi favorit hijaber beberapa tahun lalu. Itu disebabkan karena kain wolfis memiliki aneka motif yang menarik, mudah disetrika, tebal tapi tidak bikin gerah.
Kalau Mamak sudah mengenakan jilbab sejak 5 tahun terakhir, kemungkinan Mak pernah menjadikan jilbab berbahan wolfis sebagai busana favorit.
Sampai sekarang pun kain wolfis masih banyak digunakan sebagai bahan jilbab/hijab. Selain banyak kelebihannya, harga wolfis di pasaran pun tergolong amat terjangkau.

Kain Maxmara

Untuk acara formal, gamis atau long dress dari bahan kain maxmara adalah pilihan yang tepat. Kain ini memiliki kesan glowing. Karakternya ringan tapi tidak menerawang.
Pilihan motif kain maxmara cukup banyak dan menarik. Teksturnya lembut dan mudah dibentuk. Dan yang terpenting, Mak. Kain maxmara cukup nyaman di kulit.

Jenis Bahan Kain untuk Baju Koko

Macam-macam Bahan Kain untuk Pakaian

hot liputan 6

Kaos (unisex) sudah, gamis dan long dress juga sudah. Sekarang kita beralih ke pakaian bapak-bapak, ya, Mak!

Jenis bahan kain yang umumnya dijadikan baju koko adalah katun, rayon, dan polyester. Ketiganya sudah dijelaskan di atas kan, Mak. Dan dapat pula disimpulkan bahwa katun adalah yang terbaik, sementara polyester sebaiknya dikenakan di ruang ber-AC atau pada cuaca dingin.

Tapi untuk katun sendiri, memang masih banyak lagi jenisnya. Berikut beberapa ragam kain katun yang biasa dijadikan bahan baju koko.

Katun Ima

Katun ima tergolong nyaman dikenakan. Bentuknya tipis dengan serat halus. Kelemahan kain katun ima adalah karakternya yang mudah kusut.

Katun Toyoba

Bahan kain katun toyoba merupakan produk impor dari Jepang. Seratnya rapat, bertekstur halus, dan adem di kulit. Katun toyoba agak licin tapi tidak mengilap.

Katun Supernova

Katun supernova tergolong murah. Itu karena bahannya yang tipis dan menerawang. Tapi dibanding polyester, mengenakan koko berbahan kain katun supernova jauh lebih nyaman.

Katun Jaguar

Motif yang ada di kain katun jaguar bukanlah hasil cetakan, melainkan tenunan oleh mesin Jacquard. Bisa dibilang kain ini adalah yang paling nyaman dibanding pilihan katun sebelumnya, sebab kain jaguar adalah 100% katun.

Bahannya dingin, licin dan lembut. Kartun jagur tidak berbulu, tidak luntur, dan agak berkilau.

Demikian, Mak, macam-macam bahan kain yang bisa dijadikan referensi untuk menambah pengetahuan Mamak terkait kain bahan pembuat pakaian. Jadi makin pinter kan!

Leave a Comment