Cara Tepat Menghadapi Anak Tantrum

| |

Menghadapi anak tantrum adalah tantangan besar bagi kebanyakan orang tua. Tak hanya butuh kesabaran, tapi juga ketenangan dan ketabahan. Sebaiknya Mamak juga memahami penyebab anak tantrum, agar perilaku yang sama tidak berulang.

menghadapi anak tantrum

Sikap Mamak terhadap perilaku anak-anak, termasuk tantrum, sangat penting dalam menentukan karakter mereka. Mamak tahu kan, anak-anak punya daya ingat yang kuat. Dan mereka adalah peniru ulung.

Ketika anak tantrum, sebagian orang tua merasa diri mereka bukan orang tua yang baik. Sebagian lagi bereaksi berlebihan, sehingga tingkah yang sama berulang dan jadi kebiasaan. Yuk kita pahami bersama kenapa anak-anak bisa tantrum dan bagaimana mengatasinya!

Penyebab Anak Tantrum

Sesuai maknanya, kemarahan dengan amukan karena ketidakmampuan mengungkapkan keinginan atau kebutuhan dengan kata-kata, tantrum pada dasarnya merupakan perilaku di luar kontrol anak-anak.

Otak mereka yang masih berkembang membuat anak-anak kesulitan menyampaikan dan sulit menerima. Mereka sendiri kewalahan dengan dirinya, maka Mamak sebaiknya tidak menambah beban anak dengan memarahinya.

Pada anak usia 1-2 tahun, pemicu tantrum mereka adalah ketidakmampuan menyampaikan keinginan. Keterampilan bahasa yang terbatas, membuat mereka dikuasai emosi yang buruk. Menghadapi anak tantrum pada usia ini perlu mengedepankan kelembutan.

Pada usia di atasnya, tantrum merupakan ajang anak memperlihatkan kekuatannya saat mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Atau bisa pula, keinginan melakukan hal tertentu secara mandiri, tapi hasil yang mereka dapat di luar ekspektasi.

Jadi secara ringkas, penyebab anak tantrum adalah perkembangan otak yang belum matang dan atau pelampiasan emosi mereka.

Mengatasi Anak Tantrum

mengatasi anak tantrum

Tantrum bukan sekadar marah atau menangis biasa. Ada kalanya anak-anak menjerit dalam tangisnya, mengamuk, sampai melempar barang dan menyerang orang lain. Lalu apa yang sebaiknya Mamak lakukan ketika hal itu terjadi?

Langkah pertama adalah tenang! Mamak harus menunjukkan emosi sebagai orang dewasa. Anak-anak meniru orang tua, bukan sebaliknya. Jika Mamak ikut berteriak, artinya ada dua anak kecil di situ.

Untuk anak yang lebih besar, dalam ketenangan, pilihlah untuk mengabaikannya. Hal itu menunjukkan pada anak, bahwa emosi buruk mereka tidak berhasil memengaruhi orang tuanya. Ini penting agar anak tidak mengulangi tantrum, karena “percobaan” mereka gagal.

Pada anak yang lebih kecil, sentuh mereka, ajak bicara dengan suara lunak sambil menatap matanya. Ingat, Mak, pada usia 2 tahun ke bawah, anak-anak memang tidak mampu mengendalikan ledakan emosi mereka, bukan tidak mau. Jadi pengertian dan ketegasan Mamak adalah kunci dalam mengatasi anak tantrum.

Ada dua trik yang bisa Mamak coba ketika anak tengah berperilaku tantrum. Keduanya pada intinya adalah mengalihkan perhatian mereka.

  1. Ketika mereka mulai ngamuk, ajak anak-anak bermain bola tangkap atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi. Hal ini akan mengalihkan emosi mereka pada kebutuhan untuk memusatkan perhatian.
  2. Beri buah yang rasanya masam atau makanan pahit, namun aman dikonsumsi. Fokus mereka akan teralihkan, karena otaknya harus menerjemahkan rasa ekstrem tsb.

Bahaya tantrum jika tidak diatasi adalah kemungkinan berulang, yang lama-lama menjadi kebiasaan anak. Mereka menjadi pribadi yang mudah meluapkan ledakan emosi, belum lagi efek fisik dan psikis karena marah sebenarnya mampu merusak organ tubuh hingga menyebabkan depresi.

Mencegah Anak Tantrum

anak tantrum

Meski Mamak telah mengetahui sebab dan cara mengatasi anak tantrum, tapi yang tak kalah penting adalah bagaimana mencegah tantrum terjadi.

Karena tantrum pada dasarnya adalah emosi yang meledak, maka mencegahnya adalah dengan mengupayakan agar anak-anak tak keburu dilanda emosi yang berlebihan. Caranya adalah dengan tidak memberi tugas yang terlalu berat.

Bukan berarti memanjakan ya, Mak. Misalnya saat mengerjakan tugas sekolah, terutama sekolah daring yang terasa lebih membosankan bagi anak-anak karena pandemi, beri mereka kesempatan untuk beristirahat.

Bantulah saat anak mengalami kesulitan, jangan biarkan mereka tertekan sendiri tanpa orang dewasa yang membimbing (bukan mengerjakan tugas anak).

Setelah membaca ulasan di atas, Mamak cerdas tentu tak kewalahan lagi menghadapi anak tantrum. Kuncinya apa, Mak? Tenang!

Previous

Memperbaiki Gigi Rusak dengan Cara Sederhana

5 Cara Alami Menghilangkan Rambut Wajah

Next

Leave a Comment