Anak Mamak

5 Permainan Seru untuk Anak dan Balita di Rumah

Bermain dengan anak adalah kebutuhan keluarga. Bukan hanya bagi anak itu sendiri, melainkan orang tua dan seluruh penghuni rumah. Mamak tahu kenapa? Sebab permainan anak balita tak hanya membuat anak-anak senang, tapi juga merekatkan hati antaranggota keluarga.

Permainan yang dimaksud tentu saja adalah permainan yang mendidik dan mengasah kreativitas anak. Dilakukan sebagai kegiatan di rumah yang bermanfaat. Terutama di masa pandemi saat ini.

Mamak tentu sudah tahu, di antara protokol kesehatan semisal mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, yang tak kalah penting adalah tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Gunanya agar virus Corona tak punya inang untuk terus memperbanyak diri. Dengan begitu pandemi akan lebih cepat berakhir, sesuai dengan harapan kita semua.

Lama di rumah tentu membuat anak bosan. Sebagai orang tua, Mamak dan pasangan harus memahami dan berusaha membantu anak keluar dari kebosanan tersebut. Caranya? Main, dong!

Tips Bermain dengan Balita

5 Permainan Seru untuk Anak dan Balita di Rumah

unsplash

Bermain dengan anak usia SD ke atas relatif lebih mudah ketimbang balita (bawah lima tahun). Dibutuhkan kesabaran dan tenaga ya cukup ya, Mak, jika berurusan dengan bocah-bocah penuh energi ini.

Seperti yang kita tahu, balita suka mengulang kegiatan yang sama dan cenderung tak ingin disudahi waktu bermainnya. Di situlah tugas Mamak sebagai orang tua, mengatur waktu sekaligus memahami kapan saat yang tepat untuk memulai dan menyudahi permainan.

Agar Mamak bisa menjadi teman yang asyik bagi anak, berikut tips berguna yang bisa Mamak praktikkan saat menikmati permainan dengan buah hati:

Jadilah “seusia mereka”

Tentu ini bukan dalam arti yang sebenarnya. Melainkan Mamak harus berperan sebagai anak-anak pula. Tidak banyak mengatur, enjoy, dan riang seperti mereka.

Mainan tidak punya gender

Maksudnya, Mamak tidak perlu melarang anak bermain dengan mainan yang dianggap berseberangan dengan jenis kelamin mereka. Selama tidak berlebihan, anak laki-laki akan mendapatkan manfaat dari bermain boneka. Begitu pula sebaliknya, jika anak perempuan bermain mobil-mobilan.

Tidak baku

Jika Mamak mencari informasi di buku atau internet tentang permainan anak yang mendidik, permainan sederhana untuk anak-anak, dsb, Mamak tidak perlu untuk kemudian menjadikan informasi tersebut sebagai petunjuk baku.

Sila kembangkan ide sesuai kemampuan. Mamak juga bisa mengeksplorasi lingkungan sekitar, dengan tetap menghadirkan permainan yang menarik dan bermanfaat.

5 Contoh Permainan Anak

5 Permainan Seru untuk Anak dan Balita di Rumah

unsplash

Jika Mamak memiliki anak lebih dari satu dan dengan usia yang beragam, lima permainan di bawah ini bisa Mamak mainkan bersama mereka. Bahannya sederhana, bisa dilakukan di rumah. Yang Mamak butuhkan hanya waktu dan semangat untuk menikmati kebersamaan dengan para buah hati!

1. Petak Umpet

Tak perlu dijelaskan secara detail, Mamak tentu kenal betul dengan permainan tradisional yang satu ini. Petak umpet juga bisa dimainkan di dalam rumah, ada banyak celah ruang yang bisa digunakan pemain untuk bersembunyi.

Terhadap anak balita, Mamak juga bisa berpura-pura tidak tahu di mana ia bersembunyi. Alih-alih segera menemukannya, biarkan ia merasakan sensasi “tidak terlihat” yang pasti membahagiakannya.

2. Lompat Tali

Anak usia SD sudah bisa diajak membuat tali dari untaian karet gelang yang bisa Mamak beli di warung terdekat. Caranya cukup mudah, hanya menyambung sekian banyak karet gelang yang panjangnya bisa disesuaikan.

Setelah menghasilkan tali yang cukup, Mamak bisa bermain, bahkan bersama balita sekaligus. Tinggal disesuaikan dengan kemampuan anak. Lompat dalam keadaan tali diam, lompat dengan tali diputar, lompat rendah, tinggi, dst.

Kegiatan menjalin tali bermanfaat untuk motorik halus anak, sedangkan melompat bermanfaat bagi motorik kasar mereka.

3. Pesan Rahasia

Inilah permainan yang mengasah kreativitas dan imajinasi anak, tapi nyaris tidak membutuhkan modal sama sekali. Cukup dengan memanfaatkan kertas bekas atau buku sisa tahun ajaran.

Caranya, satu anak memegang kertas dan alat tulis. Mamak atau anak yang lain menggores punggung, paha, atau bagian tubuh lain pemain yang memegang kertas, menggunakan jari. Tugas pemegang kertas adalah menggambar goresan yang ia terima di tubuhnya.

Jika anak-anak sudah lewat usia balita, permainan ini bisa dilakukan dengan cara kedua pemain sama-sama memakai kertas dan alat tulis. Si pemberi pesan, menulis/menggambar pesannya di kertas yang menempel pada punggung pemain lain.

4. Rainbow Foam

Meski tidak terlalu familier, tapi rainbow foam adalah permainan sederhana untuk anak-anak. Libatkan mereka saat proses pembuatannya ya, Mak!

Yaitu mencampurkan air, sabun cair, minyak esensial, dan pewarna makanan (satu warna satu wadah), lalu diblender atau bisa juga menggunakan mixer tangan. Balita Mamak pasti suka mencampur aneka warna yang dihasilkan.

Bagaimana dengan anak-anak di atas 5 tahun? Tak perlu khawatir, mereka akan suka menyentuh lembutnya gelembung sabun, atau bahkan membuat berbagai bentuk menggunakan gelembung-gelembung tsb. Dijamin!

5. Bermain Wayang

Siapa suka dongeng? Hampir semua anak menyukainya. Lewat dongeng, kita bisa menasihati mereka tanpa terkesan menggurui, sehingga lebih efektif.

Ajak anak-anak menggambar orang, hewan, atau apa saja dengan ukuran sekira telunjuk tangan Mamak. Gambar itu nantinya akan jadi tokoh “wayang” yang dimainkan. Tempelkan tokoh tsb pada lidi atau stik es krim.

Setelah jadi, Mamak dan anak-anak bisa menggambar latar di kertas yang lebar. Bisa pula memanfaatkan gambar yang tampil di layar komputer sebagai latar cerita. Selanjutnya, silakan Mamak menyampaikan dongeng, atau bermain peran bersama anak-anak.

Terbayang kan, Mak, serunya bermain 5 permainan anak dan balita di atas! Tinggal siapkan bahan dan waktunya, segera.

Leave a Comment