Anak Mamak

15 Macam Permainan Tradisional Indonesia, Bikin Kangen!

Indonesia terkenal dengan keberagaman budayanya, salah satu warisan budaya tersebut adalah permainan tradisional Indonesia. Beragam permainan ini mengandung nilai positif dalam kehidupan, makanya penting bagi kita mengetahui permainan tradisional Indonesia dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Sayangnya kebanyakan permainan tradisional saat ini sudah tidak sepopuler dulu. Tentu banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Mamak pun tahu kan alasannya, apa lagi kalau bukan teknologi? Sebagai anak bangsa, sudah sepatutnya kita turut melestarikan permainan tradisional. Mungkin bukan sekarang, mudah-mudahan segera, setelah pandemi berakhir.

Berikut KawanMamak sajikan macam-macam permainan tradisional Indonesia beserta penjelasan dan cara bermainnya, Mak!

1. Gobak Sodor

Permainan tradisional Indonesia pertama yang akan kita bahas adalah gobak sodor. Permainan ini membutuhkan keterlibatan banyak orang. Di mana pemain akan dibagi menjadi dua tim dengan anggota masing-masing minimal tiga orang.

Dalam proses permainannya, satu tim memiliki tugas untuk menjaga daerahnya, sementara tim lainnya berusaha untuk menembus daerah yang dijaga oleh tim lawan.

Tim yang bertugas menyerang harus dapat melewati daerah yang dibuat berupa kotak-kotak dan tidak boleh tersentuh oleh anggota tim yang berjaga. Jika tim penyerang tersentuh, maka permainan berakhir dan kedua tim bertukar posisi.

Tim yang sebelumnya menjadi penyerang kemudian berganti tugas menjadi penjaga. Poin yang diperoleh akan dihitung dari jumlah pemain yang dapat menembus daerah jaga dan kembali lagi ke daerah awal. Manfaat dari permainan gobak sodor ini adalah dapat melatih ketangkasan, kewaspadaan, kecepatan, dan juga kerja sama antartim.

2. Petak Umpet

Permainan tradisional Indonesia lainnya adalah petak umpet. Permainan ini prinsipnya adalah menemukan orang yang bersembunyi. Orang pertama yang ditemukan akan bergantian menjadi si pencari atau sering disebut dengan penjaga pos.

Jika si penjaga tidak bisa menemukan semua pemain dan ia menyatakan menyerah, maka ia dinyatakan kalah. Permainan petak umpet ini bisa dilakukan minimal oleh dua orang. Tetapi, semakin banyak orang yang ikut dalam permainan ini, maka akan semakin seru.

Aturan dalam permainan petak umpet ini, seorang pemain akan menjadi penjaga dengan dipilih melalui undian berupa suit atau metode lain yang disepakati. Lalu si penjaga menutup matanya sembari menghitung dari 1 sampai 10, atau bisa lebih sesuai kesepakatan seluruh pemain.

Saat si penjaga tersebut berhitung, pemain lainnya mencari tempat persembunyian yang paling aman. Jika si penjaga telah selesai menghitung, ia siap untuk mencari pemain lain yang bersembunyi.

3. Angkling atau Engklek

Ternyata ada banyak ya permainan tradisional Indonesia dan manfaatnya untuk anak. Selain gobak sodor dan petak umpet, ada lagi nih Mak, yang tak kalah seru! Namanya angkling atau engklek. Bisa juga dengan penamaan lain, mengingat Indonesia begitu luas. Tentu ada berbagai versi yang merujuk pada permainan yang sama.

Permainan angkling dilakukan dengan cara berjalan dengan satu kaki pada petak-petak yang digambar di atas tanah. Jenis petak permainan ini ada bermacam-macam. Di antaranya bentuk gunung, kincir, huruf L, dll.

Cara bermainnya, pemain melempar koin atau serpihan genting/batu/keramik pada kotak-kotak yang telah digambar, dimulai dari kotak yang paling dekat dengan pelempar. Pemain tidak boleh menginjak kotak yang ada koin yang sebelumnya ia lempar.

Kemudian si pemain terus loncat dengan satu kaki hingga kotak paling ujung. Setelah itu ia kembali lagi ke garis awal dan mengambil kembali koin atau potongan keramik yang ia lempar, lalu melanjutkan melempar ke kotak berikutnya.

Butuh pemain minimal dua orang untuk bisa melakukan permainan ini. Selain bisa melatih ketangkasan, angkling atau engklek ini juga bisa melatih keseimbangan dan konsentrasi.

4. Dakon atau Congklak

Dakon atau congklak adalah salah satu permainan tradisional Indonesia tempo dulu yang banyak digemari anak-anak. Beberapa ahli sejarah meyakini bahwa dakon atau congklak adalah sebuah permainan yang dibawa pedagang asal Arab yang datang ke Indonesia.

Aturan dalam permainan tradisional Indonesia ini cukup mudah, di mana area permainan dakon berupa tempat lonjong yang terbuat dari kayu. Ada juga yang terbuat dari plastik atau tanah yang dibuat lubang sejumlah 12 lubang.

15 Macam Permainan Tradisional Indonesia

BLANJA.com

Lubang-lubang ini kemudian diisi dengan kecik (biji sawo) atau kerikil. Seiring perkembangan zaman, ada juga memainkannya dengan mengganti kerikil dengan kelereng, atau rangka keong. Permainan ini dimainkan oleh dua orang. Caranya, satu pemain mengambil kecik dari satu lubang dan membaginya ke seluruh lubang satu per satu. Lubang milik lawan pun juga diisi secara berurutan.

Kecik terakhir yang jatuh di lubang yang ada isinya harus diambil dan disebar lagi oleh pemain, hingga akhirnya kecik tidak tersisa. Manfaat dari permainan ini bisa melatih kecerdasan, karena untuk memenangkan permainan ini dibutuhkan strategi yang tepat.

5. Egrang

Egrang adalah sebuah alat permainan yang berbahan dasar bambu. Batang bambu yang digunakan untuk egrang ini dibuat dengan ketinggian tertentu, kemudian dipasangi bambu yang lebih pendek secara melintang untuk pijakan kaki.

Pemain dapat berdiri di bambu yang lebih pendek, kemudian berjalan menggunakan egrang tersebut. Biasanya anak-anak bermain egrang dan mengadakan semacam lomba lari, yang tercepat dia akan menjadi pemenang. Egrang merupakan salah satu permainan tradisional Indonesia yang mulai langka.

Padahal manfaatnya sangat baik untuk anak, di mana dapat melatih keseimbangan seseorang saat menaikinya. Syukurnya saat ini di alun-alun Kidul, Yogyakarta, masih ada orang yang menawarkan jasa peminjaman egrang setiap malamnya.

6. Lompat Tali

Mainan tradisional Indonesia tempo dulu lainnya adalah lompat tali. Lompat tali cukup melatih ketangkasan, konsentrasi, dan juga kelincahan anak. Permainan ini biasa dilakukan setidaknya oleh tiga orang, di mana dua orang bertugas memagang tali dan satu orang sebagai pelompat tali.

Tali yang dipakai biasanya terbuat dari karet gelang yang disambung sambungkan dengan simpul tertentu. Tetapi ada juga yang langsung menggunakan tali khusus. Permainan ini berlangsung dengan cara dua orang memegang tali dengan ketinggian yang telah disesuaikan, kemudian pelompat harus berhasil melompati tali tersebut.

Jika berhasil, kemudian tinggi tali akan terus naik melebihi ketinggian sebelumnya, hingga tali diangkat di atas kepala atau biasa disebut ‘merdeka’. Jika pemain gagal saat melompat, ia harus bergantian menjadi pemegang tali.

7. Bola Bekel

Permainan bola bekel ini selain menggunakan bola kecil juga menggunakan kecik. Dimainkan dalam posisi duduk. Bola dilempar setinggi dada hingga kepala. Menjelang bola memantul di lantai, pemain mengambil kecik lalu menangkap bola yang telah memantul.

Kegiatan itu dilakukan berulang hingga kecik yang ada di lantai seluruhnya berpindah ke tangan pemain. Bola yang digunakan dalam permainan ini adalah bola karet atau bola kasti. Di sebagian wilayah, kecik diganti dengan kerang atau benda lainnya dengan jumlah yang bervariasi.

Permainan bola bekel mirip dengan permainan lempar batu atau gatheng. Hanya saja, permainan gatheng tidak memerlukan bola. Cukup dengan melemparkan satu batu sembari mengambil batu lain yang ada di lantai.

Adapun batu yang diambil juga harus sesuai kesepakatan dengan pemain lain. Jika pemain gagal, maka akan dilanjut dengan pemain berikutnya. Pemenang dalam permainan ini adalah ia yang berhasil mengumpulkan kerikil atau batu terbanyak.

8. Ular Naga

Nama mainan tradisional Indonesia tempo dulu ini cukup menarik, ya, Mak. Tapi tidak seseram yang Mamak pikir. Permainan ular naga butuh banyak pemain, kira-kira lebih dari tujuh orang. Aturan memainkannya, dua orang akan menyatukan tangan di atas kepala hingga membentuk sebuah terowongan, dan menyanyikan lagu ular naga.

Selama lagu ular naga dinyanyikan, maka pemain lain berbaris membentuk seperti ular yang akan melewati terowongan tersebut. Jika lagu selesai dinyanyikan, maka anak yang berhenti di tengah terowongan akan ditangkap dan harus ikut dengan salah satu pemain yang menjadi terowongan.

Pemain yang memiliki pengikut terbanyak akan menjadi ayam dan induk, sementara yang hanya memiliki pengikut sedikit akan menjadi serigala. Pemain yang menjadi serigala akan menangkap anak ayam, sementara induk ayam bertugas melindunginya. Manfaat dari permainan ini adalah ketangkasan dan kerja tim yang baik.

9. Layang-layang

Layang-layang atau layangan adalah mainan tradisional Indonesia tempo dulu yang masih dilestarikan hingga saat ini. Generasi 90-an ke bawah pasti tidak asing dengan permainan ini. Biasanya anak laki-laki yang kerap memainkan layang-layang, namun tidak menutup kemungkinan anak perempuan juga ikut memainkannya.

Layang-layang terbuat dari kerangka bilah bambu dan kertas, serta dipasangi benang untuk bisa diterbangkan. Nah, untuk bisa menerbangkan layang-layang, dibutuhkan cuaca yang mendukung. Sore hari yang berangin adalah saat yang tepat untuk menerbangkan layang-layang.

15 Macam Permainan Tradisional Indonesia

Liputan6.com

Dahulu bentuk layangan hanya segi empat dengan aneka pola dan variasi ekor. Namun setelah perkembangan zaman, kini layang-layang dibuat dengan berbagai kreasi. Mulai dari bentuk ular, hantu, dan bentuk unik lainnya.

10. Cublak Cublak Suweng

Permainan tradisional Indonesia lainnya adalah cublak cublak suweng yang berasal dari Jawa Tengah. Permainan ini membutuhkan satu orang yang harus berjongkok di tanah menghadap ke bawah dengan membentuk layaknya meja.

Kemudian pemain lainnya meletakkan tangan tangan di atas punggung pemain yang membentuk meja. Setelah itu, semua pemain akan menyanyikan lagu cublak cublak suweng sambil memindahkan benda kecil dari tangan ke tangan pemain lainnya.

Jika lagu selesai dinyanyikan, pemain yang menjadi meja harus menebak di mana benda kecil itu disembunyikan. Jika berhasil ditebak, maka si pemegang benda kecil tersebut akan bergantian menjadi orang yang jongkok. Sementara jika pemain tersebut gagal menebak, ia harus menjadi orang yang jongkok menyerupai meja kembali. Dan permainan diulang seperti sebelumnya.

11. Gundu atau Kelereng

Permainan tradisional Indonesia yang satu ini bernama gundu atau kelereng. Tujuan akhir dari aneka permainan dengan kelereng biasanya adalah anak-anak mendapatkan sebanyak mungkin kelereng dari memenangkan permainan.

Salah satu permainan kelereng yang populer adalah bermain menggunakan gambar kotak lintasan di tanah. Semua pemain secara bergiliran akan menyentil kelereng mereka ke kelereng lawan. Jika mengenai kelereng lawan sampai keluar lintasan, maka kelereng itu akan menjadi miliknya.

Selain itu, ada permainan lain yang juga bisa menggunakan kelereng. Yakni pemain membuat cekungan sedalam 5 cm di tanah. Kemudian dari jarak tertentu, pemain akan melempar kelerengnya ke arah cekungan tersebut.

Pemain yang kelerengnya mendekati cekungan, berhak mendapat giliran pertama yang bisa memasukkan kelerengnya ke cekungan untuk mengincar kelereng lawan. Saat kelereng berhasil dikenai, maka pemain kalah. Siapa yang bisa bertahan, dialah pemenangnya.

12. Bentik

Permainan bentik dapat dilakukan dengan sebuah patahan ranting pohon atau kayu berukuran pendek. Pemain berlomba-lomba untuk mencari kayu yang terbaik, sehingga dapat mengalahkan lawan. Saat permainan ini akan dimulai, pemain melakukan hompimpah (undian) untuk menentukan siapa yang mendapat giliran pertama.

Permainan dapat dimulai dengan mendorong tongkat yang dipasang secara melintang di sebuah lubang. Jika tongkat melambung dan pemain lawan bisa menangkapnya, maka ia akan mendapat poin. Pemain yang mendapat poin paling banyak adalah pemenangnya.

13. ABC Lima Dasar

Tidak butuh terlalu banyak orang untuk bisa melakukan permainan ABC Lima Dasar ini. Meski bisa dimainkan hanya oleh dua orang, namun semakin banyak yang ikut, permainan akan semakin seru. Selain membutuhkan pengetahuan, permainan yang tidak terlalu tradisional ini juga membutuhkan kertas dan pulpen atau pensil.

Semua pemain diminta menyumbangkan jarinya untuk menentukan huruf apa yang akan dipakai sebagai acuan dalam bermain. Contohnya, jika ada lima jari, maka dihitung berdasarkan abjad alfabet dari A sampai E.

Huruf yang dipilih tersebut kemudian dijadikan huruf awal dari kata yang dituliskan peserta pada kertasnya. Misalnya sebutkan nama benda, maka kemungkinan peserta akan menjawab emas, ekor, dll.

Waktu menjawabnya menggunakan durasi yang disepakati. Jika waktu habis, jawaban peserta akan dicocokkan dan dinilai. Jawaban yang sama dengan pemain lainnya akan mendapat nilai 50, sementara jika jawabannya berbeda, maka akan mendapat nilai 100. Pemain dengan poin paling banyak akan menjadi pemenangnya.

14. Benteng Bentengan

Permainan benteng bentengan masuk dalam kurikulum pelajaran olahraga loh, Mak! Dalam permainan ini, dibutuhkan banyak pemain yang dibagi menjadi dua kelompok. Setiap kelompok mempunyai tiang sendiri yang dijadikan sebagai pos dan benteng. Sementara target permainan ini adalah menguasai benteng lawan.

Untuk bisa mengalahkan lawan, pemain harus maju ke wilayah lawan dan berusaha menyentuhnya. Jika ada lawan yang tersentuh, maka ia dinyatakan sebagai tawanan.

15. Balap Karung

Mainan tradisional Indonesia tempo dulu ini masih sering dimainkan, khususnya saat Hari Kemerdekaan. Sesuai namanya, permainan ini membutuhkan karung untuk memainkannya. Baik itu karung beras, karung goni, atau karung gandum, dapat digunakan dalam permainan ini.

Cara bermainnya, semua peserta masuk ke dalam karung kemudian lompat hingga garis finish. Peserta yang paling cepat akan menjadi juaranya. Karena cara memainkannya dengan melompat, tak heran di beberapa daerah permainan ini disebut lompat karung.

Permainan balap karung ini memiliki manfaat yang bagus untuk peserta, yakni menguji kecepatan dan kelincahan peserta dalam melompat, sehingga dibutuhkan stamina yang baik bagi setiap peserta.

Itulah 15 macam permainan tradisional Indonesia yang sebagian masih dimainkan hingga saat ini. Selain berbagai permainan di atas, masih banyak lagi jenis permainan lainnya seperti rumah-rumahan tanah, boi boinan, gasingan, dll.

Menariknya, beberapa permainan tersebut tidak hanya dimainkan oleh anak-anak, melainkan juga oleh orang dewasa. Contohnya permainan balap karung, gasingan, dan layang layangan.

Bahkan permainan layang-layang saat ini sudah dijadikan ajang perlombaan dan festival di banyak tempat.

Ada banyak jenis permainan tradisional Indonesia yang harus kita lestarikan, supaya budaya positif peninggalan leluhur tidak sirna begitu saja. Ada baiknya sesekali Mamak mencoba permainan tersebut bersama keluarga. Saat rehat dari membantu anak belajar daring, misalnya. Dijamin seru, Mak!

 

Featured image : Photo by Hannah Rodrigo on Unsplash

Leave a Comment