BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit biru

| |

Setelah mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh KBR bekerja sama dengan YLKI pada Kamis, 25 Maret 2021, bertema Penggunaan BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit Biru, sebagian besar peserta makin memahami pentingnya menjaga lingkungan, terutama kualitas udara yang kita hirup.

KBR adalah penyedia konten berita berbasis jurnalisme independen yang berdiri sejak tahun 1999. Dengan dukungan reporter dan kontributor terbaik diberbagai tanah air Asia. Dan YLKI adalah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

Mewujudkan Program Langit biru
tangkapan layar youtube.com/Beirta KBR

Berdasarkan data-data yang disampaikan oleh Narasumber seperti Bapak Tulus abadi selaku Ketua Pengurus Harian YLKI, tentang penggunaan BBM yang belum banyak dipahami oleh masyarakat. Dari beberapa jenis BBM, premium adalah salah satu BBM yang belum ramah lingkungan.

Dengan menggunakan premium, sebenarnya mempengaruhi jarak tempuh kolimeter kendaraan, dan dapat membuat kendaraan hari semakin rewel karena tidak compatible dengan jenis mesin yang ada. Yang awalnya masyarakat ingin berhemat dengan menggunakan premium tapi justru sebaliknya.

selain itu dampak dari penggunaan BBM yang kualitasnya rendah dapat menyebabkan memburuknya kualitas udara khususnya udara perkotaan. Warga yang menggunakan kualitas BBM yang rendah berarti termasuk berkontribusi terhadap pencemaran udara.

Dan perlu diketahui bahwa biaya sosial ekonomi pencemaran udara jauh lebih mahal daripada penghematan yang diraih oleh konsumen dengan menggunakan BBM yang kualitasnya rendah. Bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi banyak orang termasuk lingkungan kita sendiri.

Selain Bapak Tulus Abadi, ada juga Narasumber lain seperti  Bapak Dasrul Chaniago selaku Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bapak I Ketut Permadi Arya Kusuma,  Bapak Febi Tumiwa, Bapak Komaidi Notonegoro, dan banyak lagi yang lainnya.

Data diatas adalah pembuka atau segmen pertama acara webinar diskusi publik yang menggunakan aplikasi zoom dan dipandu oleh pak rizal. Selain live acara webinar tersebut juga disiarankan di Radio, yakni 96.00 fm manggis fm jambi, 102.7 nusantara fm Banjarmasin, 96 fm musik chanel Banjarmasin, 94.3 B fm Gorntalo dan 90.1 fm suara timur fm kupang.

Setelah segmen pertama ini selesai, dilanjutkan pada segmen kedua yang dihadiri lebih banyak narasumber, baik dari kalangan pemerintah, pers mahasiswa, blogger, jurnalis media bahkan artis yang dipandu oleh pak Maulana isnarto.

Data-data akurat juga disampaikan dalam diskusi ini oleh beberapa daerah yakni Bapak didi selaku dinas kesehatan yang mewakili Kalimantan selatan, Bapak wahyu dari Banjarmasin, Ibu Gusti Ningsih perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kupang, Bapak Ardi perwakilan  Dinas Lingkungan Hidup Jambi, dan yang lainnya.

Baik segmen pertama maupun kedua, hal terpenting nya adalah tentang ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan BBM yang ramah lingkungan untuk mewujudkan program langit biru yang diselenggarakan oleh Pertamina.

Banyak masyarakat luas yang belum mengetahui akan hal ini, termasuk kawanmamak. Benar kata rekan-rekan yang tadi mewakili berbicara seperti kak fani, mba davina, dan kak tomi bahwa perlunya sosialisasi tentang program langit biru ini ke masyarakat.

Karena diluar sana, mungkin saja mereka belum terlalu paham tentang cara-cara menggunakan BBM ramah lingkungan yang baik dan benar. Sehingga terjadilah kesalahan-kesalahan yang mereka pun tidak sadari.

Dalam diskusi ini juga disampaikan bahwa pentingnya ketegasan pemerintah, seperti memberhentikan produksi BBM yang kualitasnya rendah. jika BBM tersebut memang sudah tidak layak lagi untuk digunakan dan dapat mengakibatkan lingkungan menjadi buruk.

Atau memberikan solusi untuk membatasi penggunaan premium pada kendaraan-kendaran tertentu. Sehingga  dengan begitu masyarakat mau tidak mau akhirnya menggunakan BBM yang sewajarnya.

Mewujudkan Program Langit biru
sumber : tangkapan layar youtube.com/Beirta KBR

Seperti yang disampaikan oleh WHO bahwa 9 dari 10 orang menghirup udara yang mengandung polutan tingkat tinggi, dan berdasarkan data lembaga pemantau kualitas udara, Indonesia berada di urutan ke-9 sebagai negara yang kualitasnya buruk.

Dan menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, sumber pencemar udara terbesar adalah dari transportasi. Maka diperlukan sinergi kita bersama untuk mewujudkan udara bersih yang bebas polusi sekaligus mendukung program langit biru.

Demikian hasil diskusi yang dilaksanakan oleh KBR x YLKI dengan aplikasi zoom, semoga dengan adanya acara ini banyak masyarakat yang paham tentang BBM yang Ramah Lingkungan dan Program Langit Biru.

Previous

Jangan Lewatkan, Ini Persiapan Sebelum Melahirkan!

Leave a Comment